Resep Masakan Cara Membuat Mie Ayam Bandung Enak Lezat
Bahan :
250 gr ayam fillet (daging saja bagian dada)
250 ml kaldu ayam*
1 buah bawang bombay, rajang
3 siung bawang putih, rajang
3 bawang daun bagian putihnya saja, iris halus
2 sdm gula pasir
Garam secukupnya
1 sdm minyak ikan
4 sdm kecap manis
2 sdm minyak sayur untuk menumis
Bumbu halus ato pake saja yang sudah bubuk :
1 sdt ketumbar
1 sdt kunyit
1 sdt merica
Kaldu Ayam :
1 liter air
250 gr kulit, lemak, dan tulang ayam
Kuah, bagi yang suka agak berkuah :
750 ml kaldu ayam
2 sdm kecap manis
1 sdt garam
Bahan Lain :
Mie telur basah yang tipis dan kecil ukurannya, rebus, siram dengan
air dingin, goyang2 agar airnya turun, siram dengan 2 sdm minyak goreng
matang, aduk agar tidak lengket dan tidak bau tepung goreng matang, aduk
agar tidak lengket,
Jangan lupa Pangsit goreng dan daun bawang atau bahasa jawanya
unclang iris bagian hijaunya
Bakso sapi siap makan lebih enak pake bakso dari so good
Sawi hijau, siram dengan air panas
Cara membuat
Kaldu Ayam : Rebus daging ayam, kulit, lemak, dan tulang
dalam 1 lt air, kecilkan api, didihkan terus dengan api kecil selama
memasak.
Tumis Ayam : Ambil daging ayam dari rebusan
kaldu, potong dadu, sisihkan Panaskan minyak goreng, tumis bawang
putih dan bawang bombay sampe harum. Tuangi 250 air kaldu ayam.
Masukkan ayam, gula pasir, garam, minyak ikan, kecap, ketumbar,
kunyit, bagian putih wabang daun, dan merica, aduk terus sampai kuah
berkurang.
Kuah : Buang kulit, lemak dan tulang ayam
dari air kaldu, masukan kecap, garam, dan bakso sapi, didihkan sampai
bakso sapi mengapung dengan api kecil
Penyajian : Tata
mie pada mangkuk, beri tumis ayam, sawi, daun bawang atau unclang dan
bakso sapi, pangsit, dan sambal bakso. Siram dengan sedikit kuah
BAB I
PENDAHULUAN
Yang dinamakan perdarahan pasca persalinan secara tradisional ialah perdarahan
yang melebihi 500 cc pada kala III.
Perdarahan pasca persapersalinan sekarang dapat di bagi menjadi:
1. Perdarahan pascapersalinan dini adalah perdarahan 7,500 cc pada 24 jam
pertama setelah persalinan
2. Perdarahan pascapersalinan lambat ialah perdarahan 7,500 cc setelah 24 jam
persalinan
Perdarahan pascapersalinan merupakan penyebab penting kematian ibu:1/4 dari
kematian ibu disebabkan oleh perdarahan pascapersalinan tidak menyebabkan
kematian, kejadian ini sangat mempengaruhi morbiditasnifas karena anemia akan
menurunkan daya tekan tubuh sehingga sangat penting untuk mencegah perdarahan
yang ba
BAB II
PERSALINAN DENGAN PENYULIT KALA III DAN IV PERSALINAN
A. ROBEKAN JALAN LAHIR
Robekan jalan lahir merupakan penyebab kedua tersering dari perdarahan pasca
persalinan. Robekan dapat terjadi bersamaan dengan atonia uteri. Perdarahan
pascapersalinan dengan uterus yang berkontraksi baik biasanya disebabkan oleh
robekan servis dan vagina.
1.1 PERINEUM
Vagina dan Servis
Robekan pada klitoris atau sekitarnya dapat menimbulkan perdarahan yang cukup
banyak.
Robekan perineum sering juga mengenai muskulus levator ani hingga setiap
robekan perineum harus di jahit dengan baik agar tidak menimbulkan kelemahan
dasar panggul atau prolaps.
Kadang kadang muskulus levator ani rusak dan menjadi lemah tanpa terjadinya
ruptur perinei,misalnya jika kepala terlalu lama meregang dasra panggul.
Terjadi pula colpaporrhexis, yaiut robeknya vagina bagian atas sedemikian rupa
hingga serviks terpisah dari vagina
Etiologi dan gejala-gejala callpaporrhexis sama dengan ruptur uterus. Untuk
mencegah carpaporrhexis yang violent (akibat trauma) jika kita emasukkan tangan
ke dalam vagina, hendaknya kita selalu menahan fundus uteri dengan tangan
lainnya.
1.2. INSERSIO UTERI
Pada insersio uteri, uterus terputar baik sehingga fundus uteri terdapat dalam
vagina dengan selaput lendirnya sebelah luar. Keadaan ini disebabkan insersio
uteri komplek.
Jika hanya fundus menekuk ke dalam dan tidak keluar astium uteri, disebut
insersio uteri inkomplet. Jika uterus yang berputar balik itu keluar dari
vulva, disebut insersio prolaps.
Insersio uteri jarang terjadi, tetapi jika terjadi, dapat menimbulkan syok yang
hebat.
Penyebab Insersio Uteri
Tiga faktor diperlukan untuk terjadinya insersio uteri :
1. Tonus otot rahim yang lemah
2. Tekanan atau tarikan pada fundus (tekanan intraabdominal, tekanan dengan
tangan, dan tarikan pada tali pusat)
3. Kanalis servikalis yang longgar.
Oleh karena itu, insersio uteri dapat terjadi saat batuk, bersin atau mengejan,
juga karena perasat crede.
Gejala-gejala
1. Syok
2. Fundus uteri sama sekali tidak teraba tekukan pada fundus
3. Kadang-kadang tampak sebuah tumor yang merah di luar vulva ialah fundus
uteri yang terbaik atau teraba tumor dalam vagina.
4. Perdarahan.
Pragnosis
Makin lambat keadaan ini diketahui dan diobati makin buruk pragnosisnya. Tetapi
jika pasien dapat mengatasi 48 jam dengan insersio uteri, pragnosis akan
berangsur baik.
Terapi
1. Atasi syok dengan pemberian infus ringer taktat dan bila perlu transfusi
darah
2. Reposisi manual dalam anestesi umur sesudah syok teratasi (secara Johnson).
Jika plasenta belum lepas, baiknya plasenta jangan dilepaskan dulu sebelum
uteri di reposisi berhasil, diberi drip oksitosin dan dapat juga dilakukan
kompresi bimanual. Pemasangan tampon rahim dilakukan supaya tidak terjadi lagi
insersio.
3. Jika reposisi manual tidak berhasil, dilakukan reposisi operatif.
1.3. PERDARAHAN KALA IV PRIMER
Perdarahan Pasca Persalinan
Yang dimaksud perdarahan pasca persalinan secara tradisional ialah perdarahan
yang melebihi 500 cc pada kala III. Perdarahan pasca persalinan sekarang dapat
dibagi menajdi :
1. Perdarahan pasca persalinan dini ialah perdarahan ≥ 500 cc pada 24 jam
pertama setelah persalinan.
2. Perdarahan pasca persalinan lambat ialah perdarahan ≥ 500 cc setelah 24 jam
persalinan.
Perdarahan pasca persalinan merupakan penyebab pentingnya kematian ibu ¼ dari
kematian ibu yang disebabkan oleh perdarahan pasca persalinan (perdarahan pasca
persalinan, placenta pravia, sulusio plasenta, kehamilan ektopik, abortus dan
ruptur uteri).
Bila perdarahan pasca persalinan tidak menyebabkan kematian, kejadian ini
mempengaruhi morbiditas nifas karena anemia akan menurunkan daya tahan tubuh
sehingga sangat penting untuk mencegah perdarahan yang banyak.
Faktor predisposisi dan etiologi perdarahan pasca persalinan, yaitu :
1. Trauma fratetes benitalis à episiotomi yang luas, laserasi jalan lahir, dan
ruptur uteri.
2. Perdarahan dari tempat implantasi plasenta.
a. Perdarahan atonis · Anestesi umum · Overdistensi uterus, seperti
kehamilan kembar, hidranilon atau anak besar. · Partus lama · Partus presipitatus · Paritas tinggi · Infeksi korion
b. Retensi plasenta · Kotiledon tertinggal · Plasenta akreta, inkreta,
dan perkerta.
c. Gangguan koa gulopati
Pragnosis
Wanita dengan perdarahan pasca persalinan seharusnya tidak meninggal akibat
perdarahannya, sekalipun untuk mengatasinya perlu dilakukan histerektomi.
Terapy
v Perdarahan dalam kala IV
Jika ada perdarahan dalam kala IV dan kontraksi rahim kurang baik, segera
suntikkan 0,2 mg ergonovin atau metil ergovin intrakuskular, uterus ditekan
untuk mengeluarkan gumpalan darah dan dilakukan masase. Seandainya perdarahan
belum berhenti juga ditambah dengan suntikan metil ergovin lagi, tetapi
sekarang intravena dan dipasang oksitosin drip 10 unit dalam 500 cc glukosa,
selama tindakan ini masase diteruskan.
Jika masih ada perdarahan, dilaksanakan kompresi bimanual secara hamilton,
yaitu satu tangan masuk ke dalam vagina dan tangan ini dijadikan tinju dengan
rotasi merangsang dinding depan rahim, sedangkan tangan luar menekan dinding
perut diatas fundus hingga dapat merangsang dinding belakang rahim.
Syok
Syok merupakan kegagalan sistem sirkulasi untuk mempertahankan perfusi yang
adekuat ke organ-organ vital. Syok merupakan suatu kondisi yang mengancam jiwa
dan membutuhkan tindakan segera dan intensif.
Penyebab syok pada kasus gawat darurat obstetri biasanya adalah perdarahan
(syok hipovelemik), sepsis (syok septik), Gagal jantung (syok kardiogenik),
rasa nyeri (syok neurogenik), alergi (syok anafilatelik).
Curigai atau antisipasi syok jika terdapat satu atau lebih kondisi berikut ini
: · Perdarahan pada awal
kehamilan · Perdarahan pada akhir
kehamilan · Perdarahan setelah melahirkan · Infeksi · Trauma
Tanda dan Gejala
Diagnosis syok jika terdapat atau gejala berikut :
- Nadi cepat dan lemah (110 kali permenit atau lebih)
- Tekanan darah yang rendah (sostolit kurang dari 90 mm Hg).
Tanda dan gejala lain dari syok meliputi :
- Pucat (khususnya pada kelopak mata bagian dalam)
- Keringat atau kulit yang terasa dingin dan lambat
- Pernafasan yang cepat (30 kali per menit atau lebih)
- Gelisah, bingung atau hilangnya kesadaran
- Urin yang sedikit (kurang dari 30 ml per jam)
Penanganan
Prinsip dasar penanganan syok · Tujuan utama pengobatan syok
ialah melakukan penanganan awal dan khusus untuk
- menstabilkan kondisi pasien
- memperbaiki volume cairan sirkulasi darah
- mengefisiensikan sistem sirkulasi darah · Setelah pasien stabil
tentukan penyebab syok.
BAB III
PENUTUP
Kesimpulan
Robekan jalan lahir merupakan penyebab kedua tersaring dsari perdarahan pasca
persalinan. Robekan dapat terjadi bersamaan dengan atonia uteri
Dalam perawatan kesehatan masyarakat
pada tingkat kesehatan masyarakat, pembahasannya akan menjadi 3 bagian yaitu : Pertama
adalah konsep masyarakat kesehatan Kedua adalah membahas tentang proses
keperawatan kesehatan ditingkat masyarakat.
1.KONSEP DASAR MASYARAKAT
DAN MASALAH KESEHATAN
Defenisi
Kontjaningrat ( 1990 )
Masyarakat adalah :
sekumpulan manusia yang sering bergaul, atau dengan istilah lain saling
berinteraksi. Kesatuan hidup manusia yang berinteraksimenurut suatu sistem adat istiadat tertentu
yang bersifat kontinu dan terikat oleh suatu rasa identitas bersama.
Soerdjono soekanto ( 1982
)
Masyarakat atau komunitas
adalah : menunjukkan pada bagian masyarakat yang bertempat tinggal disuatu
wilayah ( dalam arti geografis ) dengan batas-batas tertentu, dimana yang
menjadi dasarnya adalah interaksi yang lebih besar dari anggota-anggotanya,
dibandingkan dengan penduduk diluar batas wilayahnya.
Mac laver ( 1957 )
Masyarakat adalah
skelompok manusia yang mendiami teritorial tertentu dan adanya sifat-sifat yang
saling tergantung, adanya pembagian kerja dan kebudayaan bersama.
Linton ( 1936 )
Masyarakat merupakan
sekelompok manusia yang telah cukup lama hidup dan bekerja sama, sehingga dapat
mengorganisasikan diri dan berfikir tentang dirinya sebagai satu kesatuan
social dengan batas-batas tertentu.
Ciri – ciri masyarakat :
Dari berbagai pengertian diatas maka
dapat disimpulkan bahwa masyarakat itu memiliki ciri-ciri sebagai berikut :
Interaksi diantara sesama
anggota masyarakat
Menempati wilayah dengan
batas-batas tertentu
Saling tergantung satu
dengan yang lainnya
Memiliki adat istiadat
tertentu / kebudayaan
Memiliki identitas bersama
INTERAKSI
Didalam
masyarakat terjadi interaksi social yang merupakan hubungan social yang dinamis
yang menyangkut hubungan antara perseorangan, antara kelompok-kelompok maupun
antara perseorang dengan kelompok, untuk terjadinya interaksi social harus
memiliki 2 syarat, yaitu kontak social dan komunikasi.
WILAYAH TERTENTU
Suatu
kelompok masyarakat menempati suatu wilayah tertentu menurut suatu keadaan
geografis sebagai tempat tinggal komunitasnya, baik dalam ruang lingkup yang
kecil RT/RW, desa kelurahan, kecamatan, kabupaten, provinsi, dan bahkan Negara.
SALING KETERGANTUNGAN
Anggota
masyarakat yang hidup pada suatu wilayah tertentu saling tergantung satu dengan
yang lainnya dalam memenuhi kebutuhan hidupnya.
ADAT ISTIADAT DAN KEBUDAYAAN
Adat
istiadat dan kebudayaan diciptakan untuk mengatur tantangan kehidupan
bermasyarakat yang mencakup bidang yang sangat luas diantara tata cara
berinteraksi antara kelompok-kelompok yang ada dimasyarakat.
IDENTITAS
Suatu
kelompok masyarakat memiliki identitas yang dapat dikenali oleh angota
masyarakat lainnya, hal ini penting intuk menopang kehidupan dalam masyarakat
yang lebih luas. Identitas kelompok dapat berubah, bahasa, pakaian,
symbol-simbol tertentu dari perumahan, benda-benda tertentu seperti alat-alat
pertanian, mata uang, senjata tajam, kepercayaan dsb.
TIPE-TIPE MASYARAKAT
Menurut
gilin lembaga masyarakat dapat diklasifikasikan sebagai berikut.
Dari sudut perkembangan
Cresive institution
Lembaga masyarakat yang
paling primer, merupakan lembaga-lembaga yang secara tidak disengaja tumbuh
dari adat istiadat masyarakat. Misalnya yang menyangkut : hak milik,
perkawinan, agama dsb
Enacted institution
Lembaga masyarakat yang
sengaja dibentuk untuk memenuhi tujuan tertentu, misalnya yang menyangkut :
lembaga utang piutang, lembaga perdagangan, pertanian, dan pendidikan.
Dari sudut sistem nilai yang diterima
oleh masyarakat
Basic institution
Lembaga kemasyarakatan
yang sangat penting untuk memelihara tata tertib dalam masyarakat, diantaranya
keluarga, sekolah yang dianggap sebagai institusi dasar yang pokok.
Subsidiary institution
Lembaga- lembaga
kemasyarakatan yang muncul tetapi dianggap kurang penting karena untuk memenuhi
kegiatan-kegiatan tertentu saja.
Dari sudut penerimaan masyarakat
Approved atau social
sanctioned institution
Lembaga yang diterima oleh
masyarakat seperti sekolah, perusahaan, koperasi dll.
Unsanctioned institution
Lembaga masyarakat yang
ditolak oleh masyarakat maupun kadang-kadang masyarakat tidak dapat
memberantasnya.
Dari sudut penyebarannya
General institution
Lembaga masyarakat didasr
atas factor penyebarannya.
Restrical institution
Lembaga-lembaga agama yang
dianut oleh masyarakat tertentu saja
Dari sudut fungsinya
Operative institution
Lembaga masyarakat yang
menghimpun pola / tata cara yang diperlukan untuk mencapai tujuan lembaga yang
bersangkutan seperti lembaga industri.
Regulative institution
Lembaga yang bertujuan
untuk mengawasi adat istiadat / tata kelakuan untuk tidak menjadi bagian mutlak
dari lembaga itu sendiri
CIRI-CIRI MASYARAKAT INDONESIA
Cirri – ciri masyarakat sehat
Peningkatan kemampuan
masyarakat untuk hidup sehat
Mengatasi masalah
kesehatan melalui upaya peningkatan, pencegahan, penyembuhan dan pemulihan
untuk ibu dan anak
Peningkatan upaya
kesehatan lingkungan
Peningkatan status gizi
masyarakat
Penurunan angka kesakitan
dan kematian
Indicator cirri masyarakat sehat
Menurut WHO
Keadaan yang berhubungan
dengan status kesehatan masyarakat, meliputi :
a.Indicator komprehensif
b.Indicator spesifik
Indicator pelayanan
kesehatan
Rasio antara tenaga
kesehatan dan jumlah penduduk seimbang
Distribusi tenaga
kesehatan merata
Info lengkap tentang
jumlah tempat tidur di RS, fasilitas kesehatan lain
Masalah-masalah kesehatan dalam
masyarakat Indonesia
Jenis masalah
Tingginya angka
pertumbuhan penduduk
Tingginya AKI
Tingginya angka kesakitan
karena penyakit menular
Meningkatnya angka
kesakitan karena penyakit tidak menular
Masalah kesehatan
lingkungan
Penyebab masalah
Factor social ekonomi
Gaya hidup dan perilaku
masyarakat
Lingkungan masyarakat
Yang berkaitan dengan
sistem pelayanan kesehatan
PROSES KEPERAWATAN
KESEHATAN MASYARAKAT PADA TINGKAT MASYARAKAT
Pengkajian
1.Pengumpulan data
a.Data umum
* lokasi daerah binaan
* keadaan geografis
* luas wilayah
* pola demografis
b. data khusus
*
Data cultural
-tingkat
pendidikan
- pekerjaan
- tingkat
social ekonomi
*
Data kesehatan
- kesehatan
ibu dan anak
- kesehatan
gizi masyarakat
- KB
- Imunisasi
-
Penyakit-penyakit yang diderita
*
keadaan kesehatan lingkungan
-
perumahan
-
sumber air bersih
-
tempat pembuangan sampah
-
jamban
* peran
serta masyarakat dalam upaya kesehatan yang di jalankan
*
sumber daya masyarakat
-
kebudayaan dan kesehatan
Pengolaan data
1.Klasifikasi / kategori
data
2.Perhitungan presentase
3.Tabulasi data
4.Interpretasi data
Analisa data
Kemampuan untuk
mengkaitkan data dan menggunakan data dengan kemampuan kognitif yang dimiliki
sehingga dapat diketahui kesenjangan atau masalah yang dihadapi oleh masyarakat
apakah itu masalah keperawatan atau masalah kesehatan yang dihadapi oleh
masyarakat.
Perumusan masalah
Prioritas masalah
Diagnosa keperawatan
1.Problem ( masalah )
2.Etiologi ( penyebab )
3.Sign / simpton ( tanda /
gejala )
Perencanaan
Merumuskan tujuan
Rencana tindakan
keperawatan
Criteria dalam perencanaan
Pelaksanaan
Penilaian
PENGELOLAAN KEPERAWATAN
KESEHATAN MASYARAKAT DIMASYARAKAT
Perencanaan
Disesuaikan dengan :
1.Micro
planning puskesmas
2.Terpadu
dengan kegiatan-kegiatan lain
3.Melibatkan
tenaga keperawatan puskesmas dan bidan desa
Tahap-tahapproses perencanaan
1.Pengumpulan
data
a.Data umum
b.Data khusus
2.Pengelolaan
data
a.Klasifikasi data
b.Melakukan perhitungan
dengan cakupan pelayanan kesehatan
c.Tabulasi data
d.Interpretasi data
3.Analisa data
4.Menetapkan
masalah dan skala prioritas
a.Menetapkan masalah
b.Menetapkan skala prioritas
5.Menetapkan
perencanaan asuhan keperawatan kesehatan masyarakat
Penggerakan dan pelaksanaa
Pengawasan, pengendalian
dan penilaian
a.Pencatatan ( recording )
b.Pelaporan ( reporting )
c.Pemantauan ( monitoring )
d.Penilaian ( evaluating )
Perencanaan
Pelaporan
Pemantauan
Penilaian
1.Cakupan program puskesmas
a.Cakupan keluarga rawan
yang menjaga keluarga binaan
b.Frekuensi kunjungan
pembinaan keluarga
2.Cakupan keperawatan tindak lanjut dirumah
3.Cakupan resiko tinggi dirawat dirumah
4.Cakupan kelompok khusus / masyarakat dibina
5.Cakupan pemantauan tempat tidur puskesmas dengan tempat
perawatan ( BOR )