efek

Minggu, 14 Juli 2013

Resep Masakan Cara Membuat Mie Ayam Bandung Enak Lezat Resep Masakan Cara Membuat Mie Ayam Bandung Enak Lezat


 Resep Masakan Cara Membuat Mie Ayam Bandung Enak 
Lezat
Resep Masakan Cara Membuat Mie Ayam Bandung Enak Lezat
 
Bahan :
  • 250 gr ayam fillet (daging saja bagian dada)
  • 250 ml kaldu ayam*
  • 1 buah bawang bombay, rajang
  • 3 siung bawang putih, rajang
  • 3 bawang daun bagian putihnya saja, iris halus
  • 2 sdm gula pasir
  • Garam secukupnya
  • 1 sdm minyak ikan
  • 4 sdm kecap manis
  • 2 sdm minyak sayur untuk menumis

Bumbu halus ato pake saja yang sudah bubuk :
  • 1 sdt ketumbar
  • 1 sdt kunyit
  • 1 sdt merica

Kaldu Ayam :
  • 1 liter air
  • 250 gr kulit, lemak, dan tulang ayam
  • Kuah, bagi yang suka agak berkuah :
  • 750 ml kaldu ayam
  • 2 sdm kecap manis
  • 1 sdt garam

Bahan Lain :
  • Mie telur basah yang tipis dan kecil ukurannya, rebus, siram dengan air dingin, goyang2 agar airnya turun, siram dengan 2 sdm minyak goreng matang, aduk agar tidak lengket dan tidak bau tepung goreng matang, aduk agar tidak lengket,
  • Jangan lupa Pangsit goreng dan daun bawang atau bahasa jawanya unclang iris bagian hijaunya
  • Bakso sapi siap makan lebih enak pake bakso dari so good
  • Sawi hijau, siram dengan air panas

Cara membuat

Kaldu Ayam :
Rebus daging ayam, kulit, lemak, dan tulang dalam 1 lt air, kecilkan api, didihkan terus dengan api kecil selama memasak.

Tumis Ayam :
Ambil daging ayam dari rebusan kaldu, potong dadu, sisihkan
Panaskan minyak goreng, tumis bawang putih dan bawang bombay sampe harum. Tuangi 250 air kaldu ayam.

Masukkan ayam, gula pasir, garam, minyak ikan, kecap, ketumbar, kunyit, bagian putih wabang daun, dan merica, aduk terus sampai kuah berkurang.

Kuah :
Buang kulit, lemak dan tulang ayam dari air kaldu, masukan kecap, garam, dan bakso sapi, didihkan sampai bakso sapi mengapung dengan api kecil

Penyajian :
Tata mie pada mangkuk, beri tumis ayam, sawi, daun bawang atau unclang dan bakso sapi, pangsit, dan sambal bakso. Siram dengan sedikit kuah

Persalinan dgn Penyulit Kala III dan IV Persalinan

BAB I
PENDAHULUAN
Yang dinamakan perdarahan pasca persalinan secara tradisional ialah perdarahan yang melebihi 500 cc pada kala III.
Perdarahan pasca persapersalinan sekarang dapat di bagi menjadi:
1. Perdarahan pascapersalinan dini adalah perdarahan 7,500 cc pada 24 jam pertama setelah persalinan
2. Perdarahan pascapersalinan lambat ialah perdarahan 7,500 cc setelah 24 jam persalinan
Perdarahan pascapersalinan merupakan penyebab penting kematian ibu:1/4 dari kematian ibu disebabkan oleh perdarahan pascapersalinan tidak menyebabkan kematian, kejadian ini sangat mempengaruhi morbiditasnifas karena anemia akan menurunkan daya tekan tubuh sehingga sangat penting untuk mencegah perdarahan yang ba



BAB II
PERSALINAN DENGAN PENYULIT KALA III DAN IV PERSALINAN

A. ROBEKAN JALAN LAHIR
Robekan jalan lahir merupakan penyebab kedua tersering dari perdarahan pasca persalinan. Robekan dapat terjadi bersamaan dengan atonia uteri. Perdarahan pascapersalinan dengan uterus yang berkontraksi baik biasanya disebabkan oleh robekan servis dan vagina.

1.1 PERINEUM
Vagina dan Servis
Robekan pada klitoris atau sekitarnya dapat menimbulkan perdarahan yang cukup banyak.
Robekan perineum sering juga mengenai muskulus levator ani hingga setiap robekan perineum harus di jahit dengan baik agar tidak menimbulkan kelemahan dasar panggul atau prolaps.
Kadang kadang muskulus levator ani rusak dan menjadi lemah tanpa terjadinya ruptur perinei,misalnya jika kepala terlalu lama meregang dasra panggul. Terjadi pula colpaporrhexis, yaiut robeknya vagina bagian atas sedemikian rupa hingga serviks terpisah dari vagina
Etiologi dan gejala-gejala callpaporrhexis sama dengan ruptur uterus. Untuk mencegah carpaporrhexis yang violent (akibat trauma) jika kita emasukkan tangan ke dalam vagina, hendaknya kita selalu menahan fundus uteri dengan tangan lainnya.

1.2. INSERSIO UTERI
Pada insersio uteri, uterus terputar baik sehingga fundus uteri terdapat dalam vagina dengan selaput lendirnya sebelah luar. Keadaan ini disebabkan insersio uteri komplek.
Jika hanya fundus menekuk ke dalam dan tidak keluar astium uteri, disebut insersio uteri inkomplet. Jika uterus yang berputar balik itu keluar dari vulva, disebut insersio prolaps.
Insersio uteri jarang terjadi, tetapi jika terjadi, dapat menimbulkan syok yang hebat.

Penyebab Insersio Uteri
Tiga faktor diperlukan untuk terjadinya insersio uteri :
1. Tonus otot rahim yang lemah
2. Tekanan atau tarikan pada fundus (tekanan intraabdominal, tekanan dengan tangan, dan tarikan pada tali pusat)
3. Kanalis servikalis yang longgar.
Oleh karena itu, insersio uteri dapat terjadi saat batuk, bersin atau mengejan, juga karena perasat crede.


Gejala-gejala
1. Syok
2. Fundus uteri sama sekali tidak teraba tekukan pada fundus
3. Kadang-kadang tampak sebuah tumor yang merah di luar vulva ialah fundus uteri yang terbaik atau teraba tumor dalam vagina.
4. Perdarahan.

Pragnosis
Makin lambat keadaan ini diketahui dan diobati makin buruk pragnosisnya. Tetapi jika pasien dapat mengatasi 48 jam dengan insersio uteri, pragnosis akan berangsur baik.

Terapi
1. Atasi syok dengan pemberian infus ringer taktat dan bila perlu transfusi darah
2. Reposisi manual dalam anestesi umur sesudah syok teratasi (secara Johnson). Jika plasenta belum lepas, baiknya plasenta jangan dilepaskan dulu sebelum uteri di reposisi berhasil, diberi drip oksitosin dan dapat juga dilakukan kompresi bimanual. Pemasangan tampon rahim dilakukan supaya tidak terjadi lagi insersio.
3. Jika reposisi manual tidak berhasil, dilakukan reposisi operatif.




1.3. PERDARAHAN KALA IV PRIMER
Perdarahan Pasca Persalinan
Yang dimaksud perdarahan pasca persalinan secara tradisional ialah perdarahan yang melebihi 500 cc pada kala III. Perdarahan pasca persalinan sekarang dapat dibagi menajdi :
1. Perdarahan pasca persalinan dini ialah perdarahan ≥ 500 cc pada 24 jam pertama setelah persalinan.
2. Perdarahan pasca persalinan lambat ialah perdarahan ≥ 500 cc setelah 24 jam persalinan.
Perdarahan pasca persalinan merupakan penyebab pentingnya kematian ibu ¼ dari kematian ibu yang disebabkan oleh perdarahan pasca persalinan (perdarahan pasca persalinan, placenta pravia, sulusio plasenta, kehamilan ektopik, abortus dan ruptur uteri).
Bila perdarahan pasca persalinan tidak menyebabkan kematian, kejadian ini mempengaruhi morbiditas nifas karena anemia akan menurunkan daya tahan tubuh sehingga sangat penting untuk mencegah perdarahan yang banyak.
Faktor predisposisi dan etiologi perdarahan pasca persalinan, yaitu :
1. Trauma fratetes benitalis à episiotomi yang luas, laserasi jalan lahir, dan ruptur uteri.
2. Perdarahan dari tempat implantasi plasenta.
a. Perdarahan atonis
· Anestesi umum
· Overdistensi uterus, seperti kehamilan kembar, hidranilon atau anak besar.
· Partus lama
· Partus presipitatus
· Paritas tinggi
· Infeksi korion
b. Retensi plasenta
· Kotiledon tertinggal
· Plasenta akreta, inkreta, dan perkerta.
c. Gangguan koa gulopati

Gejala-gejala
1. Perdarahan pervaginam
2. Konsistensi rahim lunak
3. Fundus uteri naik
4. Tanda-tanda syok

Pragnosis
Wanita dengan perdarahan pasca persalinan seharusnya tidak meninggal akibat perdarahannya, sekalipun untuk mengatasinya perlu dilakukan histerektomi.

Terapy
v Perdarahan dalam kala IV
Jika ada perdarahan dalam kala IV dan kontraksi rahim kurang baik, segera suntikkan 0,2 mg ergonovin atau metil ergovin intrakuskular, uterus ditekan untuk mengeluarkan gumpalan darah dan dilakukan masase. Seandainya perdarahan belum berhenti juga ditambah dengan suntikan metil ergovin lagi, tetapi sekarang intravena dan dipasang oksitosin drip 10 unit dalam 500 cc glukosa, selama tindakan ini masase diteruskan.
Jika masih ada perdarahan, dilaksanakan kompresi bimanual secara hamilton, yaitu satu tangan masuk ke dalam vagina dan tangan ini dijadikan tinju dengan rotasi merangsang dinding depan rahim, sedangkan tangan luar menekan dinding perut diatas fundus hingga dapat merangsang dinding belakang rahim.

Syok
Syok merupakan kegagalan sistem sirkulasi untuk mempertahankan perfusi yang adekuat ke organ-organ vital. Syok merupakan suatu kondisi yang mengancam jiwa dan membutuhkan tindakan segera dan intensif.
Penyebab syok pada kasus gawat darurat obstetri biasanya adalah perdarahan (syok hipovelemik), sepsis (syok septik), Gagal jantung (syok kardiogenik), rasa nyeri (syok neurogenik), alergi (syok anafilatelik).
Curigai atau antisipasi syok jika terdapat satu atau lebih kondisi berikut ini :
· Perdarahan pada awal kehamilan
· Perdarahan pada akhir kehamilan
· Perdarahan setelah melahirkan
· Infeksi
· Trauma

Tanda dan Gejala
Diagnosis syok jika terdapat atau gejala berikut :
- Nadi cepat dan lemah (110 kali permenit atau lebih)
- Tekanan darah yang rendah (sostolit kurang dari 90 mm Hg).
Tanda dan gejala lain dari syok meliputi :
- Pucat (khususnya pada kelopak mata bagian dalam)
- Keringat atau kulit yang terasa dingin dan lambat
- Pernafasan yang cepat (30 kali per menit atau lebih)
- Gelisah, bingung atau hilangnya kesadaran
- Urin yang sedikit (kurang dari 30 ml per jam)

Penanganan
Prinsip dasar penanganan syok
· Tujuan utama pengobatan syok ialah melakukan penanganan awal dan khusus untuk
- menstabilkan kondisi pasien
- memperbaiki volume cairan sirkulasi darah
- mengefisiensikan sistem sirkulasi darah
· Setelah pasien stabil tentukan penyebab syok.
BAB III
PENUTUP

Kesimpulan
Robekan jalan lahir merupakan penyebab kedua tersaring dsari perdarahan pasca persalinan. Robekan dapat terjadi bersamaan dengan atonia uteri


ASUHAN KESEHATAN MASYARAKAT PADA TINGKAT MASYARAKAT

Dalam perawatan kesehatan masyarakat pada tingkat kesehatan masyarakat, pembahasannya akan menjadi 3 bagian yaitu : Pertama adalah konsep masyarakat kesehatan Kedua adalah membahas tentang proses keperawatan kesehatan ditingkat masyarakat.
1.      KONSEP DASAR MASYARAKAT DAN MASALAH KESEHATAN
Defenisi
*      Kontjaningrat ( 1990 )
Masyarakat adalah : sekumpulan manusia yang sering bergaul, atau dengan istilah lain saling berinteraksi. Kesatuan hidup manusia yang berinteraksi  menurut suatu sistem adat istiadat tertentu yang bersifat kontinu dan terikat oleh suatu rasa identitas bersama.
*      Soerdjono soekanto ( 1982 )
Masyarakat atau komunitas adalah : menunjukkan pada bagian masyarakat yang bertempat tinggal disuatu wilayah ( dalam arti geografis ) dengan batas-batas tertentu, dimana yang menjadi dasarnya adalah interaksi yang lebih besar dari anggota-anggotanya, dibandingkan dengan penduduk diluar batas wilayahnya.
*      Mac laver ( 1957 )
Masyarakat adalah skelompok manusia yang mendiami teritorial tertentu dan adanya sifat-sifat yang saling tergantung, adanya pembagian kerja dan kebudayaan bersama.
*      Linton ( 1936 )
Masyarakat merupakan sekelompok manusia yang telah cukup lama hidup dan bekerja sama, sehingga dapat mengorganisasikan diri dan berfikir tentang dirinya sebagai satu kesatuan social dengan batas-batas tertentu.

Ciri – ciri masyarakat :
            Dari berbagai pengertian diatas maka dapat disimpulkan bahwa masyarakat itu memiliki ciri-ciri sebagai berikut :
*      Interaksi diantara sesama anggota masyarakat
*      Menempati wilayah dengan batas-batas tertentu
*      Saling tergantung satu dengan yang lainnya
*      Memiliki adat istiadat tertentu / kebudayaan
*      Memiliki identitas bersama

INTERAKSI
            Didalam masyarakat terjadi interaksi social yang merupakan hubungan social yang dinamis yang menyangkut hubungan antara perseorangan, antara kelompok-kelompok maupun antara perseorang dengan kelompok, untuk terjadinya interaksi social harus memiliki 2 syarat, yaitu kontak social dan komunikasi.

WILAYAH TERTENTU
            Suatu kelompok masyarakat menempati suatu wilayah tertentu menurut suatu keadaan geografis sebagai tempat tinggal komunitasnya, baik dalam ruang lingkup yang kecil RT/RW, desa kelurahan, kecamatan, kabupaten, provinsi, dan bahkan Negara.

SALING KETERGANTUNGAN
            Anggota masyarakat yang hidup pada suatu wilayah tertentu saling tergantung satu dengan yang lainnya dalam memenuhi kebutuhan hidupnya.

ADAT ISTIADAT DAN KEBUDAYAAN
            Adat istiadat dan kebudayaan diciptakan untuk mengatur tantangan kehidupan bermasyarakat yang mencakup bidang yang sangat luas diantara tata cara berinteraksi antara kelompok-kelompok yang ada dimasyarakat.

IDENTITAS
            Suatu kelompok masyarakat memiliki identitas yang dapat dikenali oleh angota masyarakat lainnya, hal ini penting intuk menopang kehidupan dalam masyarakat yang lebih luas. Identitas kelompok dapat berubah, bahasa, pakaian, symbol-simbol tertentu dari perumahan, benda-benda tertentu seperti alat-alat pertanian, mata uang, senjata tajam, kepercayaan dsb.

TIPE-TIPE MASYARAKAT
            Menurut gilin lembaga masyarakat dapat diklasifikasikan sebagai berikut.
Dari sudut perkembangan
*       Cresive institution
Lembaga masyarakat yang paling primer, merupakan lembaga-lembaga yang secara tidak disengaja tumbuh dari adat istiadat masyarakat. Misalnya yang menyangkut : hak milik, perkawinan, agama dsb
*      Enacted institution
Lembaga masyarakat yang sengaja dibentuk untuk memenuhi tujuan tertentu, misalnya yang menyangkut : lembaga utang piutang, lembaga perdagangan, pertanian, dan pendidikan.



Dari sudut sistem nilai yang diterima oleh masyarakat
*      Basic institution
Lembaga kemasyarakatan yang sangat penting untuk memelihara tata tertib dalam masyarakat, diantaranya keluarga, sekolah yang dianggap sebagai institusi dasar yang pokok.
*      Subsidiary institution
Lembaga- lembaga kemasyarakatan yang muncul tetapi dianggap kurang penting karena untuk memenuhi kegiatan-kegiatan tertentu saja.
Dari sudut penerimaan masyarakat
*      Approved atau social sanctioned institution
Lembaga yang diterima oleh masyarakat seperti sekolah, perusahaan, koperasi dll.
*      Unsanctioned institution
Lembaga masyarakat yang ditolak oleh masyarakat maupun kadang-kadang masyarakat tidak dapat memberantasnya.
Dari sudut penyebarannya
*      General institution
Lembaga masyarakat didasr atas factor penyebarannya.
*      Restrical institution
Lembaga-lembaga agama yang dianut oleh masyarakat tertentu saja
Dari sudut fungsinya
*      Operative institution
Lembaga masyarakat yang menghimpun pola / tata cara yang diperlukan untuk mencapai tujuan lembaga yang bersangkutan seperti lembaga industri.
*      Regulative institution
Lembaga yang bertujuan untuk mengawasi adat istiadat / tata kelakuan untuk tidak menjadi bagian mutlak dari lembaga itu sendiri

CIRI-CIRI MASYARAKAT INDONESIA
Cirri – ciri masyarakat sehat
*      Peningkatan kemampuan masyarakat untuk hidup sehat
*      Mengatasi masalah kesehatan melalui upaya peningkatan, pencegahan, penyembuhan dan pemulihan untuk ibu dan anak
*      Peningkatan upaya kesehatan lingkungan
*      Peningkatan status gizi masyarakat
*      Penurunan angka kesakitan dan kematian
Indicator cirri masyarakat sehat
Menurut WHO
*      Keadaan yang berhubungan dengan status kesehatan masyarakat, meliputi :
a.      Indicator komprehensif
b.      Indicator spesifik
*      Indicator pelayanan kesehatan
*      Rasio antara tenaga kesehatan dan jumlah penduduk seimbang
*      Distribusi tenaga kesehatan merata
*      Info lengkap tentang jumlah tempat tidur di RS, fasilitas kesehatan lain
Masalah-masalah kesehatan dalam masyarakat Indonesia
Jenis masalah
*      Tingginya angka pertumbuhan penduduk
*      Tingginya AKI
*      Tingginya angka kesakitan karena penyakit menular
*      Meningkatnya angka kesakitan karena penyakit tidak menular
*      Masalah kesehatan lingkungan
Penyebab masalah
*      Factor social ekonomi
*      Gaya hidup dan perilaku masyarakat
*      Lingkungan masyarakat
*      Yang berkaitan dengan sistem pelayanan kesehatan

PROSES KEPERAWATAN KESEHATAN MASYARAKAT PADA TINGKAT MASYARAKAT
*      Pengkajian
1.      Pengumpulan data
a.      Data umum
* lokasi daerah binaan
* keadaan geografis
* luas wilayah
* pola demografis


b. data khusus
   * Data cultural
      -tingkat pendidikan
      - pekerjaan
      - tingkat social ekonomi
   * Data kesehatan
      - kesehatan ibu dan anak
      - kesehatan gizi masyarakat
      - KB
      - Imunisasi
      - Penyakit-penyakit yang diderita
   * keadaan kesehatan lingkungan
      - perumahan
      - sumber air bersih
      - tempat pembuangan sampah
      - jamban
   * peran serta masyarakat dalam upaya kesehatan yang di jalankan
   * sumber daya masyarakat
      - kebudayaan dan kesehatan

*      Pengolaan data
1.      Klasifikasi / kategori data
2.      Perhitungan presentase
3.      Tabulasi data
4.      Interpretasi data
*      Analisa data
Kemampuan untuk mengkaitkan data dan menggunakan data dengan kemampuan kognitif yang dimiliki sehingga dapat diketahui kesenjangan atau masalah yang dihadapi oleh masyarakat apakah itu masalah keperawatan atau masalah kesehatan yang dihadapi oleh masyarakat.
*      Perumusan masalah
*      Prioritas masalah
*      Diagnosa keperawatan
1.      Problem ( masalah )
2.      Etiologi ( penyebab )
3.      Sign / simpton ( tanda / gejala )
*      Perencanaan
*      Merumuskan tujuan
*      Rencana tindakan keperawatan
*      Criteria dalam perencanaan
*      Pelaksanaan
*      Penilaian

PENGELOLAAN KEPERAWATAN KESEHATAN MASYARAKAT DIMASYARAKAT
*      Perencanaan
Disesuaikan dengan :
1.Micro planning puskesmas
2.Terpadu dengan kegiatan-kegiatan lain
3.Melibatkan tenaga keperawatan puskesmas dan bidan desa
Tahap-tahap  proses perencanaan
1.Pengumpulan data
a.      Data umum
b.      Data khusus
2.Pengelolaan data
a.      Klasifikasi data
b.      Melakukan perhitungan dengan cakupan pelayanan kesehatan
c.       Tabulasi data
d.      Interpretasi data
3.Analisa data
4.Menetapkan masalah dan skala prioritas
a.      Menetapkan masalah
b.      Menetapkan skala prioritas
5.Menetapkan perencanaan asuhan keperawatan kesehatan masyarakat
*      Penggerakan dan pelaksanaa
*      Pengawasan, pengendalian dan penilaian
a.      Pencatatan ( recording )
b.      Pelaporan ( reporting )
c.       Pemantauan ( monitoring )
d.      Penilaian ( evaluating )
*      Perencanaan
*      Pelaporan
*      Pemantauan
*      Penilaian
1.      Cakupan program puskesmas
a.      Cakupan keluarga rawan yang menjaga keluarga binaan
b.      Frekuensi kunjungan pembinaan keluarga
2.      Cakupan keperawatan tindak lanjut dirumah
3.      Cakupan resiko tinggi dirawat dirumah
4.      Cakupan kelompok khusus / masyarakat dibina
5.      Cakupan pemantauan tempat tidur puskesmas dengan tempat perawatan ( BOR )